So here she is again, as sloppy and scatterbrain and sanguinary as ever. I hope and the heroine of another strange adventure.
Yes, i do.

Yes, i do.

(via kushandwizdom)



compoundchem:

Today, a look at the contributing compounds to ‘old book smell’, and the origins of the less well researched ‘new book smell’: http://wp.me/p4aPLT-hV

compoundchem:

Today, a look at the contributing compounds to ‘old book smell’, and the origins of the less well researched ‘new book smell’: http://wp.me/p4aPLT-hV

(via science-junkie)



Potrait Perkuliahan

Ditulis dalam rangka memenuhi kolom majalah dinding milik kampus.

Jikalau boleh berterus terang, sebagian besar dari dua puluh empat mahasiswa offr A adalah nyasar. Hampir tak ada yang benar-benar memilih Program Studi S1 Pendidikan IPA. Pilihan terakhir pada segala jenis tes masuk perguruan tinggi membawa kami ke sini. Kuliah tak pernah mudah. Duduk mendengar ceramah Dosen sedari pagi hingga sore. Kembali ke rumah atau kamar kos dan berkutat dengan catatan, jurnal, portofolio, laporan, makalah yang tidak bisa ditinggal sekenanya. Menyita waktu istirahat, waktu bermain-main, waktu menikmati masa muda. Seringkali kami merasa jenuh. Rasanya ingin marah atas rutinitas yang mengikat ini. Tapi pada siapa? Bagaimanapun juga ini pilihan kami. Ada harga yang harus dibayar untuk pilihan ini. Entah karena sudah enggan untuk memulai yang baru atau karena memang pilihan yang awalnya tak diharapkan kini telah menjadi candu, kami bertahan sampai sejauh ini dan sedikit lagi memulai menulis skripsi. Perjalanan kami tak pernah mudah, namun sampai hari ini kami dapat menjaga semangat dan konsisten untuk tetap berada di jalan yang (semoga) baik adalah hal yang hebat bagi kami.

Kuliah itu lelah, tapi worth it.



Surabaya, Kereta, beserta Ceritanya

"One’s destination is never a place, but a new way of seeing things." — Henry Miller

Rabu, 28 April sejak pukul 05:00 saya dan ke delapan teman lainnya beranjak pergi dari Malang menuju Surabaya kampus UNESA. Sedari pagi saya sudah excited sebab perjalanan ditempuh dengan kereta, yang saya sendiri—mungkin ini terdengar udik—belum pernah naik kereta sejak masih bayi hingga jaman kuliah ini. Tidak ada yang spesial ternyata, karena memang kereta sudah pada jalurnya yang notabene lurus-lurus saja. Berbeda dengan perjalanan Malang–Pujon yang saya tempuh ketika pulang kampung dengan jalanan yang begitu berkelok sehingga beberapa teman menyebutnya sebagai sirkuit MotoGP. Cerobong kereta di lokomotif mengeluarkan asap kelabunya diiringi suara tut tut tut—yang digambarkan pada lagu Naik Kereta Api itu—dan memekikkan telinga, pertanda kereta segera berangkat.

Sekitar 06:45 kereta mulai berjalan meninggalkan stasiun Kota Baru dengan decitan rodanya pada rel besi. Sesekali kami ribut dalam perjalanan. Perkara kuliah, potrait pemandangan yang baru saja dilewati, perut yang kosong, mengeluh karena sudah tak ingin duduk berlama-lama di kereta, atau perkara tak penting lainnya. Kami menginjakkan kaki di Wonokromo pukul 10:20, seketika menuju kampus UNESA, jalan sebentar dan akhirnya! ..ada kantin! Makan. Istirahat. Beribadah. Perpustakaan. Tujuan utama kami memang untuk menyambangi perpustakaan kampus dimana kumpulan skripsi para pendahulu kami, mahasiswa Prodi Pendidikan Sains/IPA berada. Semoga dengan bekal ini, nantinya kami bersembilan tidak buta-buta amat dalam menyusun skripsi IPA, bukan Kimia/Fisika/Biologi saja, tapi IPA. Baiklah, karena kereta menuju Malang dijadwalkan berangkat pada pukul 16:00, maka kami sudah nongkrong di stasiun Wonokromo sejak satu jam sebelumnya. Pukul 16:10 kereta belum datang, kami memakluminya. 16:20 kereta tak juga tiba, kami mulai resah dan gelisah menunggu disini, di sudut stasiun tempat yang kami nantikan seakan penuh tanya sedang apa di sini? Menunggu kereta, jawab kami. Bukan. Tadi itu lirik lagu yang diubah sedikit agar lebih drama saja suasananya. Garing, bukan?. Pukul 16:45 tersiar pengumuman bahwa kereta Penataran yang akan kami tumpangi masih mengalami perbaikan di stasiun sebelah yang jarak waktunya dua puluh menit dari stasiun ini. Khawatir jika terlalu malam tiba di Malang dengan kereta yang tak tentu jadwalnya, sepakat saja kami angkat kaki dari stasiun dan menjalankan plan-b yang baru dipikirkan. Naik angkot menuju terminal yang saya lupa namanya. Beribadah. Menyusuri terminal yang atmosfirnya mencekam dan kejam. Naik bis antar kota dengan gambar seekor panda dan bambu runcingnya.

Perjalanan pulang ini, juga merupakan perjalanan hati bagi saya. Perjalanan yang mengajarkan untuk tidak menyerah pada keadaan, pun menyalahkannya. Untuk berpikir cepat lantas beraksi dengan tepat. Untuk tidak mengeluh dan manja. Untuk selalu peduli dengan orang disekeliling kita dan hal lainnya yang berharga. Suatu perjalanan, apapun itu, pastilah melelahkan. Sangat melelahkan. Harga yang harus dibayar, energi yang dicurahkan, dan emosi yang terkuras, pada akhirnya tak kan menjadi sia-sia jika diri tahu kemana jalan yang dituju. Saat telah sampai pada tujuan itu, akan ada rasa syukur yang henti serta kebahagiaan-kebahagiaan yang mengiringi. Seperti kami, dengan sedikit energi tersisa dan bermata panda, pada 20:00 menginjakkan kaki di Arjosari dan masih saja mengungkit cerita pulang yang dramatis serta cerita tak penting lainnya, kemudian menertawakan nasib bersama :)

Terimakasih Anisa, Firda, Diana, Ria, Ana, Iroh, Huda, dan Yayang. Terimakasih atas perjalanan ini. Semoga ada perjalanan-perjalanan lain yang tak kalah hebatnya!



Are you hook up to their leash?



“Whether the chicken crossed the road or the road crossed the chicken depends on your frame of reference.”

 —Albert Einstein. (via thatintp)



“We are, as a species, addicted to story. Even when the body goes to sleep, the mind stays up all night, telling itself stories.”

 —Jonathan Gottschall, The Storytelling Animal: How Stories Make Us Human (via afigureofspeech)

(via quotefullness)



Then, answer me!

Then, answer me!



There’s someone i’ve been missing

There’s someone i’ve been missing



compoundchem:

With Valentine’s Day upcoming, a look at the supposed aphrodisiac properties of chocolate, as well as its toxicity: http://wp.me/p4aPLT-5j

compoundchem:

With Valentine’s Day upcoming, a look at the supposed aphrodisiac properties of chocolate, as well as its toxicity: http://wp.me/p4aPLT-5j